Narmada 28-november- 2013
Malam ini lagi dan lagi engkau
menmbuatku merinding dengan perkataan itu dan itu lagi. Mungkin benar setatusku
dengan mu bukan teman, bukan juga sahabat apa lagi untuk menjadi sepasang
kekasih sperti yang aku harapkan.
Mungkin sebutan yang cocok buatku hanya sebagi tukang ojek, kirim-kirim barang,
tempat penitipan barang yang lebig tepatnya bak sampah, tempat pelampisakan
amarah tepat mengupat-mengumpat kata-kata kotor yang tak sewajarnya untuk ku
dengar. Terlibih lagi, setiap ada masalah yang kau dapat kau selalu
menyalahkanku ,aku yang menjadi tempat pelampiyasan pembuangan akhirnya. Tapi jawbanku hanya senyum, sabar mungkin saat
ini kau sedang tidak ingin diganggu, aku hanya bisa mengatakan ‘’napa cepat marah, napa cepatnya ngambek???’’
itu yang selalu kau tanyakan ketikau mulai marah tanpa alas an kepada ku.
jawaban yang kau utarakan sunggu menyakitkan,. ‘’cari sana yang tidak cepat ngambek, marah, yang selalu benar, godek!!!’’
itu yang selalu kau tanyakan ketikau mulai marah tanpa alas an kepada ku.
jawaban yang kau utarakan sunggu menyakitkan,. ‘’cari sana yang tidak cepat ngambek, marah, yang selalu benar, godek!!!’’
Saat hati ini teriak untuk kesekian
kalinya, jiwa ini panas, dada ini sesak untuk menghirup udara, darah ini mampat
saat engkau meluapkan kegoisanmu. Mungkin benar aku yang telalu memaksakan diri
untuk selalu didekatmu dan bisa menjagamu, segala sesuatu yang dipaksakan tidak
akan menghasilkan sesuatu yang sempurna.
Beberapa waktu lalu saat kau
mengukapkan semua yang mengukapkan semuanya, engkau dengan nada datar, kau
selama ini tidak ada rasa untukku,. Itu semua biyasa bagiku,. Kau ingat ketika
kau katakan. Sebenarnya saat
kamu datang kerumah aku ingin masuk, aku malu melihatmu, rasanya aku tidak
ingin dekat dan mengenal mu,.
aku tidak bisa untuk menyayangimu, hati ini selalu menolak ketika akau mencoba untuk menaruh rasa suka kepada mu. Aku juga tidak tau mengapa begitu sulit untuk bisa suka dan sayang sama kamu,. Aku tau kamu terlalu baik dan sangat perhatian kepadaku.
entah saat itu aku yang terlalu bodoh untuk bisa mengerti arti dari perkataan dan keinginanmu saat itu.
aku tidak bisa untuk menyayangimu, hati ini selalu menolak ketika akau mencoba untuk menaruh rasa suka kepada mu. Aku juga tidak tau mengapa begitu sulit untuk bisa suka dan sayang sama kamu,. Aku tau kamu terlalu baik dan sangat perhatian kepadaku.
entah saat itu aku yang terlalu bodoh untuk bisa mengerti arti dari perkataan dan keinginanmu saat itu.
Aku salah terlalu sayang dan tidak
bisa jauh dari mu,. Tapi seandainya waktu itu kau katakana apa adanya untuk
tidak menaruh harapn ini, untuk bisa bersamamu.
ketika kau ingin menghilang, aku diyam.
ketika kau kebali lagi, aku terima.
tapi mengapa kau selalu memberikankuharapan palsu, mengapa kau selalu memberikanku angan yang tak pasti.
kau selalu membuatku bergetar, saat ku menyakan. ‘’kamu sayang sama aku???”
apa selama ini aku melakukan semuanya utnukmu, karana ada dasar uang???
smua yang ku lakukan karena aku terlalu sayang. sampai rasa sayang ini membunuh akal sehatku, karana rasa sayang ini aku relakan segalanya untukmu.
untuk yang satu ini aku yang buta atau kamu.
ketika kau ingin menghilang, aku diyam.
ketika kau kebali lagi, aku terima.
tapi mengapa kau selalu memberikankuharapan palsu, mengapa kau selalu memberikanku angan yang tak pasti.
kau selalu membuatku bergetar, saat ku menyakan. ‘’kamu sayang sama aku???”
apa selama ini aku melakukan semuanya utnukmu, karana ada dasar uang???
smua yang ku lakukan karena aku terlalu sayang. sampai rasa sayang ini membunuh akal sehatku, karana rasa sayang ini aku relakan segalanya untukmu.
untuk yang satu ini aku yang buta atau kamu.
0 Comments:
Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)